Bismillaah
Sejujurnya
aku selalu bingung jika ada seseorang yang menceritakan masalah perasaannya
terhadap lawan jenis padaku, ditambah jika menceritakannya sembari menangis. Sayang,
air matamu terlalu berharga untuk dibuang sia-sia, hanya untuk menangisi si “dia”
yang belum tentu menjadi jodohmu kelak.
Teteh..
teteh.. aku pengen kaya teteh, aku engga pernah ngeliat teteh galau masalah
beginian, ngeliat teteh galaunya jurnal laporan mulu, celetuk adik junior di
kosan ditengah-tengah curhatnya.
Dalam
kehidupan sehari-hari, air mata merupakan zat ekskresi yang tidak satu orang
pun jijik melihatnya, bahkan mungkin beberapa orang akan iba melihat seseorang
mengeluarkan air mata. Air mata itu sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu air
mata basal, air mata refleks, dan air mata emosi. Ketiga jenis air mata
tersebut mempunyai komponen yang berbeda-beda, dimana air mata emosi mempunyai
komponen prolaktin lebih banyak dari kedua jenis air mata lainnya. Menurut Kazuo
Murakami, Ph.D, keluarnya air mata ini pun dikendalikan oleh gen, dimana gen
dapat mempengaruhi perasaan, dan gen pula dapat dikendalikan oleh pikiran, yang
mana beliau sebut “Pemikiran Genetik.”
Seseorang
yang menangis yang katanya karena cinta, jenis air mata yang dikeluarkannya
yakni air mata emosi. Karena banyaknya prolaktin yang dikandung, maka ketika
seseorang mengeluarkan air mata ini, hatinya akan lebih tenang. Kebanyakan orang
sering mengatakan “Menangislah, jangan ditahan. Menangislah, karena menangis
dapat membuatmu lebih tenang.”
Duhai
diri, alangkah indahnya jika air mata emosi ini dikeluarkan ketika mendengarkan
ayat-ayat-Nya, berharap hati dan jiwa akan semakin lembut. Alangkah indahnya
jika air mata emosi ini dikeluarkan saat melihat dan mendengar berita bahwa
orang-orang muslim di negeri sana, sedang terancam pembunuhan besar-besaran,
dibom, gencatan senjata, dll, agar hati semakin lebih peka. Alangkah indahnya..
Kebanyakan
orang galau yang katanya karena cinta itu obatnya ngedengerin musik. Yakin musik
bisa menenangkan? Bukankah ketika mendengarkan musik, pikiran dan perasaan
kita dibawa melayang oleh kenangan?
Rasa
suka, kagum, cinta itu wajar, karena mereka fitrah manusia. Tetapi bagaimana
cara kita untuk memenejnya yang perlu ditekankan.
Hayu
kita sama-sama belajar, mungkin dulu aku pun sama seperti kamu. Seberapa besar usaha
kita, maka seberapa besar itu pula hasil yang akan kita dapatkan. Saling mengingatkan
dalam kebaikan ^^
Allahu a'lam


keren lah hanif.. hebat like... like ... like :D
BalasHapus