Bismillaah..
Perkataan
seorang teman siang itu..
“ih
aku mah engga suka sama ibu dosen itu, jilbab gede tapi omongannya jleb banget”
Mendengar
ia berkata demikian, rasanya jleb banget, perasaan remuk seketika. Sifat orangnya
yang engga disukai kenapa jilbabnya yang dibawa-bawa -_-
“masih
mending aku yang pakeannya kaya gini, wajar kalau kelakuannya engga baik juga. Daripada
ibu itu, jilbab gede tetep aja judes.” Ucapnya menambahkan.
Ijinkan
aku berkomentar disini..
Menurutku tak ada kata “mending-mendingan”. Jilbab
syar’i itu perintah dari Allah, tak peduli bagaimana pun sifat orang yang
menggunakannya, hukumnya wajib. Mungkin aku pun pernah berpikiran sama seperti
kamu mengenai akhwat-akhwat yang jilbabnya gede tapi sifatnya keras. Tapi aku
sadar pikiran seperti itu tidaklah benar. Tidak menyukai sifat jelek seseorang
tak perlu bawa-bawa jilbabnya.
Jika
kamu merasa mendingan kamu daripada ibu itu, berarti kamu merasa lebih baik
dari orang lain. Bukan kah sikap seperti itu menunjukkan kesombongan? dan bukan
kah kesombongan itu hanya milik Allah? Dan kamu tau kan ganjaran bagi orang
yang sombong?
Kalau
mau mending-mendingan, menurutku lebih baik ibu itu. Kenapa? Karena ibu itu
telah berusaha menjalankan kewajiban dari Allah, walaupun sifatnya seperti itu.
Setidaknya beliau punya nilai plus. Nah kalau kamu yang jilbabnya belum syar’i,
ditambah kelakuannya engga baik, mendingnya dimana?
Hayu
kita sama-sama ubah pola pikir kita. Daripada menemukan kejelekan orang lain
lalu dibandingkan dengan diri kita, lebih baik kita berusaha mencari kejelekan
diri sendiri, lalu berusaha merubahnya menjadi lebih baik.
Allahua’lam..





