Rabu, 01 April 2015

KITA !








disana pernah ada cerita..
cerita tentang aku, kamu, dan kita..
kita? ya kita! 207 yang dengan ijin Allah ditakdirkan untuk saling mengenal dan terus bersama selama 1 bulan lamanya. qoddarullaah wa maasyaa fa'al..

aku masih ingat ketika kita pertama kalinya berkumpul di perpustakaan..
aku masih ingat ketika aku yang harus datang pada kumpulan kedua dengan rasa malas karena harus bertemu kalian.. :-P
aku masih ingat ketika aku yang mulai merasa semakin sendiri sedangkan kalian mulai berbaur dengan akrabnya..
aku masih ingat ketika malam pemberangkatan, dengan aku yang masih terus sendiri..

aku masih ingat..
musholah samping balai desa tempat pertama kali kita diturunkan, dan aku yang mulai membiasakan menjadi si tukang tidur dan tukang makan karena perasaan asing yang semakin kuat..

aku masih ingat..
posko itu, perjalanan 5 km, gunung bangka 1 dan gunung bangka 2, SDN 1 Sukamanah, DTA, warung persinggahan, pinus, rumah  pak guru, sungai, program kerja dan segala permasalahannya :D

aaah aku rindu kalian..
si sanguinis Angga Wahyu Gustana dan Fitri Utami..
si korelis Yayat Hidayat
si phlegmatis Muiz Abdul Haq
Inten Saparina, Mila Lestari, Rani Mardiani, Heri Heryanto apa ya? hehehehe..

aaaah pokoknya aku rindu..
aku rindu..
perjalanan, bersama, kita.. !!





Kamis, 27 Februari 2014

Ajari Aku..




Terkadang banyak hal yang tak bisa aku terima. Ingin berteriak? Ingin menangis? Pada siapa?
Seorang teman pernah berkata, ketika kamu mempunyai masalah, tak usah kamu ceritakan pada yang lain, cukup Allah yang dapat mendengarkan kamu. atau kamu bisa juga menulis yang kamu rasakan, menulis serapih mungkin tanpa menyinggung siapa pun, karena pada hakikatnya kesabaran kamu sedang diuji..

Ajari aku keikhlasan, meski ikhlas itu sulit..
Ajari aku kesabaran, meski sabar itu seperti menahan gemuruh..
Ajari aku..
Ajari aku semua, semua yang engkau bisa..
Senyuman itu..
Keceriaan itu..
Bukan kata yang aku butuhkan, tapi teladan yang bisa aku pahami..
Karena aku lebih suka mengamati, meniru, lalu memodifikasi..
Ajari aku tuk bisa..
Ajari aku tuk bisa menari bersama ombak..
...........”bintang”

Rabu, 13 November 2013

Lebih Baik kah?




Bismillaah..

Perkataan seorang teman siang itu..
“ih aku mah engga suka sama ibu dosen itu, jilbab gede tapi omongannya jleb banget”
Mendengar ia berkata demikian, rasanya jleb banget, perasaan remuk seketika. Sifat orangnya yang engga disukai kenapa jilbabnya yang dibawa-bawa -_-
“masih mending aku yang pakeannya kaya gini, wajar kalau kelakuannya engga baik juga. Daripada ibu itu, jilbab gede tetep aja judes.” Ucapnya menambahkan.

Ijinkan aku berkomentar disini..
Menurutku tak ada kata “mending-mendingan”. Jilbab syar’i itu perintah dari Allah, tak peduli bagaimana pun sifat orang yang menggunakannya, hukumnya wajib. Mungkin aku pun pernah berpikiran sama seperti kamu mengenai akhwat-akhwat yang jilbabnya gede tapi sifatnya keras. Tapi aku sadar pikiran seperti itu tidaklah benar. Tidak menyukai sifat jelek seseorang tak perlu bawa-bawa jilbabnya.
   Jika kamu merasa mendingan kamu daripada ibu itu, berarti kamu merasa lebih baik dari orang lain. Bukan kah sikap seperti itu menunjukkan kesombongan? dan bukan kah kesombongan itu hanya milik Allah? Dan kamu tau kan ganjaran bagi orang yang sombong?
   Kalau mau mending-mendingan, menurutku lebih baik ibu itu. Kenapa? Karena ibu itu telah berusaha menjalankan kewajiban dari Allah, walaupun sifatnya seperti itu. Setidaknya beliau punya nilai plus. Nah kalau kamu yang jilbabnya belum syar’i, ditambah kelakuannya engga baik, mendingnya dimana?

Hayu kita sama-sama ubah pola pikir kita. Daripada menemukan kejelekan orang lain lalu dibandingkan dengan diri kita, lebih baik kita berusaha mencari kejelekan diri sendiri, lalu berusaha merubahnya menjadi lebih baik.

Allahua’lam..

Senin, 04 November 2013

Istirahatlah dengan Shalat



Bismillaah..

-Muhasabah diri

Jenuh. Satu kata yang menggelayut di pikiran saat ini. Jenuh dengan segala rutinitas. Akan kah diri selalu sibuk dengan aktivitas yang sifatnya keduniawian, sedang untuk akhirat diri lalai terhadapnya? -_-
Apa kabar jiwa? Akan kah dirimu merasa nyaman dengan kemalasan, hingga menuntut raga untuk terus dalam zona ini. Bukan kah para salafush shalih ketika lelah dengan segala rutinitas kesibukan, mereka selalu meminta diistirahatkan dengan Shalat? “Ya Rasul, istirahatkanlah kami dengan shalat.”
Wahai diri apa yang sedang kamu lakukan, berkubang dalam kemalasan, berdalih untuk istirahat sejenak?
Jenuh itu wajar, tapi yang engkau lakukan bukanlah sebuah kewajaran. Ketika jenuh melanda, maka beristirahatlah, tak ada yang melarang. Istirahatkanlah engkau dengan shalat..

Rabu, 23 Oktober 2013

Karena Cinta



Bismillaah..

Topik siang itu kembali membicarakan orang-orang hebat, agar diri selalu termotivasi dan merasa tak ada apa-apanya.
Teh, teh aku baca tulisan di web ITB. Di situ ditulis tentang profil Mahasiswa ITB yang pertama memperoleh Ph.D Award. Hebat yah.. ceritaku penuh semangat.
Terus dia bilang di tulisannya, kuliah itu bukan melulu belajar, belajar, dan belajar. Organisasi itu perlu.. ucapku melanjutkan cerita.
Iya yah nif, hebat euy. Padahal waktu yang Allah kasih sama, 24 jam sehari.. Respon temanku sambil mengkerutkan dahi.
Iya teh aku juga heran :(
Orang-orang hebat biasanya 1 motivasi, 99 aksi nif. Kita itu terlalu santai untuk jadi nomer satu -_-
Iya teh, tapi aku bingung harus mulainya dari mana ya? Hehehe. Soalnya sepupu aku pernah bilang, dhan kamu teh cewe, kamu lebih banyak punya waktu di rumah. Aku aja cowo bisa, aku seringnya main PS, aku juga suka futsal, tapi satu, aku engga pernah lupa belajar.
Iya nif dulu juga aku suka belajar, soalnya suka banget sama geografi, baca buku engga cukup 1. Tapi yah berhubung takdir masukin aku nya ke biologi, jadi harus belajar dari awal soalnya nge-blank banget.
Hahaha mendinglah dulu suka belajar, aku mah boro-boro :D

Dari perkataan temanku ternyata mengandung jawaban untuk pertanyaan dalam hatiku. Kenapa mereka bisa hebat? Karena mereka belajar dengan cinta. Karena cinta menjadikan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan bukan beban. Jika merasa salah jurusan gimana? Paksa aja. Karena cinta pun akan tumbuh karena paksaan, sedikit demi sedikit. #menaehati diri sendiri.

Aku pun sama, terkadang merasa salah jurusan, karena aku baru tau kemampuanku dimana setelah masuk kuliah ini. Tapi takdir Allah sungguh indah. Allah menyuruh kita untuk membuka mata, membaca berbagai hal tentang makhluk hidup, membaca alam dan kehidupan, membaca ayat-ayat kauniyah-Nya yang ini. Iqro’ bismirobbikalladzii kholaq.. *bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang Menciptakan. Bukankah kita sering terkagum-kagum ketika dosen menjelaskan tentang ciptaan-Nya? Tanpa kita sadari, cinta itu sebetulnya telah tumbuh, namun kita kurang merespon cinta tersebut untuk berjalan beriringan. Mungkin, hehehe..

Hayu sama-sama saling belajar dan terus saling mengingatkan ^^

Laa haula wa laa quwwata illa billaah..
Allahua’lam bish showab..