Bismillaah..
Topik
siang itu kembali membicarakan orang-orang hebat, agar diri selalu termotivasi
dan merasa tak ada apa-apanya.
Teh,
teh aku baca tulisan di web ITB. Di situ ditulis tentang profil Mahasiswa ITB
yang pertama memperoleh Ph.D Award. Hebat yah.. ceritaku penuh semangat.
Terus
dia bilang di tulisannya, kuliah itu bukan melulu belajar, belajar, dan
belajar. Organisasi itu perlu.. ucapku melanjutkan cerita.
Iya
yah nif, hebat euy. Padahal waktu yang Allah kasih sama, 24 jam sehari.. Respon
temanku sambil mengkerutkan dahi.
Iya
teh aku juga heran :(
Orang-orang
hebat biasanya 1 motivasi, 99 aksi nif. Kita itu terlalu santai untuk jadi
nomer satu -_-
Iya
teh, tapi aku bingung harus mulainya dari mana ya? Hehehe. Soalnya sepupu aku
pernah bilang, dhan kamu teh cewe, kamu lebih banyak punya waktu di rumah. Aku
aja cowo bisa, aku seringnya main PS, aku juga suka futsal, tapi satu, aku
engga pernah lupa belajar.
Iya
nif dulu juga aku suka belajar, soalnya suka banget sama geografi, baca buku
engga cukup 1. Tapi yah berhubung takdir masukin aku nya ke biologi, jadi harus
belajar dari awal soalnya nge-blank banget.
Hahaha
mendinglah dulu suka belajar, aku mah boro-boro :D
Dari
perkataan temanku ternyata mengandung jawaban untuk pertanyaan dalam hatiku.
Kenapa mereka bisa hebat? Karena mereka belajar dengan cinta. Karena cinta
menjadikan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan bukan beban. Jika
merasa salah jurusan gimana? Paksa aja. Karena cinta pun akan tumbuh karena
paksaan, sedikit demi sedikit. #menaehati diri sendiri.
Aku
pun sama, terkadang merasa salah jurusan, karena aku baru tau kemampuanku
dimana setelah masuk kuliah ini. Tapi takdir Allah sungguh indah. Allah
menyuruh kita untuk membuka mata, membaca berbagai hal tentang makhluk hidup, membaca
alam dan kehidupan, membaca ayat-ayat kauniyah-Nya yang ini. Iqro’ bismirobbikalladzii kholaq..
*bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang Menciptakan. Bukankah kita sering
terkagum-kagum ketika dosen menjelaskan tentang ciptaan-Nya? Tanpa kita sadari,
cinta itu sebetulnya telah tumbuh, namun kita kurang merespon cinta tersebut
untuk berjalan beriringan. Mungkin, hehehe..
Hayu
sama-sama saling belajar dan terus saling mengingatkan ^^
Laa
haula wa laa quwwata illa billaah..
Allahua’lam
bish showab..

